Pengusaha Santun Tanjungpinang. Siswanto.Namanya cukup singkat Siswanto. Ayah dari seorang putri ini kesehariannya lebih dikenal sebagai seorang pebisnis besar rokok Tanjungpinang. Bagi anda penikmat tembakau mungkin ada baiknya mengenal pria santun ini. Lahir di Tanjungpinang 38 tahun lalu, pak Siswanto bersekolah di SDN 005 Tanjungpinang, kemudian meneruskan SMPN 03 Tanjungpinang dan tamat SMAN 1 Tanjungpinang pada tahun 1970. Menamatkan pendidikan dasar tentu bukan hal sulit bagi siswa yang memiliki nilai diatas rata-rata ini. Karena itu pulalah ia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau di Pekanbaru, mengambil studi Hubungan Internasional.
Di kampusnya Siswanto muda dikenal sebagai aktifis yang kental dengan kegiatan kerohanian. Tercatat ia termasuk muassist (pendiri) Lembaga Dakwah Kampus al Karimah (sebuah lembaga kampus yang menyelenggarakan bimbingan rohani bagi mahasiswa di kampusnya). Kegiatannya beragam; mulai dari bimbingan baca alQur’an, kajian intensif islam, sampai kegiatan kemping atau olahraga bersama. Dari kegiatan keislaman intensif seperti inilah pak Siswanto kemudian bergabung dalam jama’ah dakwah Partai Kadilan Sejahtera. Beristrikan seorang Aidil Syafitri, SPi, MM. mereka dikaruani seorang putri Nurul Karimah (4 tahun) dan berdomisili di sebuah rumah di Jl. Wiratno No.2 RT04 RW04 Tanjungpinang.
Pak Siswanto memiliki hobi membaca. Minimal dua buku selalu menemaninya beraktifitas setiap hari, dua buku tersebut minimal dihatamkannya dalam sepekan. Kemampuan bacanya memang diatas rata-rata. Berbagai tema buku tekun dibacanya, mulai dari ekonomi, sejarah apalagi politik. Untuk mendapatkan berbagai buku dengan tema yang beragam tersebut, pak Siswanto menyiasatinya dengan menjadi angota perpustakaan wilayah KEPRI. Pak Siswanto adalah seorang pengusaha dengan spectrum bidang minat dan pengalaman yang luas.
Fajar Kebangkitan Tanjungpinang. Fajar Yousof.Ia adalah salah satu tokoh PKS yang paling konsisten menyuarakan kepentingan warga Tanjungpinang. Setiap hari menyeberang ke Tanjungpinang menggunakan pompong yang sangat menguras waktu dan biaya bukanlah amal yang memberatkan bagi sosok pria 37 tahun ini. Atas nama dakwah ia lakukan semua itu. Selama ini Ia menjadi penyambung antara kepentingan masyarakat kecil dengan anggota dewan PKS. Tujuannya satu; agar kepentingan dan kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan anggota dewan PKS. Tahun lalu misalnya; ayah dari Nisa (12 th) Romadhona (9 th), Aida (4 th) dan Majdi (2 th) ini (berkat pertolongan Allah) berhasil menyalurkan beasiswa bagi puluhan anak kurang mampu untuk disekolahkan di pulau jawa. Ia sendiri yang mendampingi bocah-bocah yang sebagian besar orangtuanya bekerja sebagai nelayan ke Jawa. Terkadang ia pun harus mengeluarkan uang pribadi untuk semua aktifitas dakwahnya itu.
Empat tahun menjadi staff pengajar dan ketua komite Sekolah (banyak dari anak muridnya berasal dari keluarga kurang mampu) memperkuat tekadnya untuk membantu sesama. Bersama teman-teman ia mendirikan beberapa lembaga; Yayasan Ihya’ Ulumuddin, koperasi Bahtera Bahari, LAZ Al Qolam yang semuanya itu dikhusukan untuk mengadvokasi kepentingan orang banyak. Sosok ustadz yang sering mengisi khotbah jum’at ini juga dikenal sebagai seorang terapis Ruqyah Syar’iyah. Bersama sang istri tercinta ; Dahlimar -yang berprofesi sebagai guru- ia menempati sebuah rumah kontrakan sederhana di pulau penyengat. Ia adalah sosok yang memastikan fajar kebangkitan Tanjungpinang kembali bersinar. Ia adalah Fajar Yousof. A.Ma.
Yang menyapa dengan Hati. Dra. Anyes Pergiwati (Pengajar, 42 tahun)Ibu ini adalah profil perempuan kesekian yang mengisi daftar caleg PKS Dapil 1 Tanjungpinang Kota dan Barat. Ibu beranak lima yang selalu ramah ini telah mengikuti pengajian pengkaderan partai 23 tahun lalu, sejak ia duduk ditahun pertamanya kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta. Itu menjadi sekelumit alasan kenapa kami menempatkan beliau menjadi caleg PKS. Aktifitas utamanya tentu saja membesarkan kelima buah hati dari perkawinannya dengan ust. Muqtafin Trenggono. Selain itu beliau menjadi pengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Madinah Tanjungpinang batu 11.
Menjadi ibu dari Bana (12 tahun), Abid (10 tahun), Abab (8 tahun), Hara (4 tahun) dan Lubna (2 tahun) tentu saja repot, tetapi itu semua tidak menjadikan Ibu ini melepaskan diri dari tanggungjawab lingkungannya; tercatat ia aktif di majlis taklim di kelurahannya serta menjadi bendahara Yayasan Melati Serumpun (sebuah yayasan dakwah dan pendidikan yang digagas daiyah-daiyah kota Tanjungpinang). Selain menjadi Pembina (Murabbiyah) dari kader-kader perempuan PKS, wanita yang murah senyum ini diamanahi di Struktur Partai sebagai staff Bidang Kewanitaan DPD PKS Kota Tanjungpinang.
Bu Anyes, demikianlah biasa akrab kami memanggil sosok perempuan bernama lengkap Dra. Anyes Pergiwati ini. Kepadanya kami percayakan amanah untuk membawa aspirasi publik masyarakat kota Tanjungpinang ini. Semoga pencalonannya membawa kebaikan dan kemanfaatan. Bu Anyes berdomisili di Perum Valliant Permai RT04 RW07 Tanjungpinang.