- Home
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

DPD PKS Tanjungpinang

Tifatul: Dakwah Itu Harus Lembut

E-mail Cetak PDF

Siapa berkata kasar banyak orang merasa gusar, siapa berkata lembut, banyak orang jadi pengikut. “Itu sunatullah” Kata Tifatul mengutip gurindam 12 karya Raja Ali Haji


PKS-Tanjungpinang : “Dai adalah pekerjaan yang tidak ada pensiunnya,” ujar Presiden PKS, Ir. Tifatul Sembiring di hadapan sekitar dua ratus muballigh/mu’allim se-Jabodetabek saat membuka Multaqa Mubalighin & Mubalighat Partai Keadilan Sejahtera, Kamis (2/7) siang di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Tifatul juga mengingatkan agar para Da’i berkata lembut dalam dakwahnya. “Siapa berkata kasar banyak orang merasa gusar, siapa berkata lembut, banyak orang jadi pengikut,” Kata Tifatul mengutip gurindam 12 karya Raja Ali Haji “Itu sunatullah” .

Selain itu, Presiden PKS juga mengajak para dai agar memanfaatkan media massa untuk menyampaikan pesan dakwah sehingga dapat menyentuh lebih banyak khalayak. Mubalighin dan Mubalighat se-Jabotabek dukung SBY-BOEDIONO Terkait penyelenggaraan pilpres, Thalhah Nuhin, Lc, panitia acara rakor mengatakan, “Kami mencermati tentang adanya praktek kampanye yang cenderung mengabaikan norma agama, melakukan pembodohan dan melakukan kebohongan publik. Kami mengecam hal-hal tersebut”. Thalhah juga menambahkan,“kami juga mengecam praktek menipu, menghasut dan memfitnah sebagian umat Islam sehingga terjadi konflik di internal umat Islam.” Thalhah yang juga ketua Departemen Dakwah BPK DPP PKS ini juga menjelaskan, “Agama seharusnya dijadikan sebagai landasan dan pedoman dalam berperilaku dan berkehidupan”. Agama seharusnya ditempatkan pada posisi tertinggi dalam berpolitik, berekonomi, dan berbudaya. “bukan hanya sebagai alat politik seperti menuduh kafir orang yang jelas-jelas muslim untuk dijadikan komoditas politik dalam upaya menjatuhkan kandidat rival lain”. Oleh karena itu, dari Multaqa mubalighin/mubalighat ini menghimbau kepada masyarakat agar memilih pemimpin dengan mempertimbangkan aspek kemaslahatan yang luas, tidak hanya melihat sisi pribadi sang kandidat saja. Selain itu, menghimbau kepada masyarakat untuk dapat melakukan tabayun/konfirmasi setiap berita yang muncul di media massa, terlebih pada persoalan yang terkait SARA demi keutuhan umat dan bangsa ini. “Berdasarkan kajian dan pengalaman kami serta mempertimbangkan kemashlahatan bangsa, negara dan umat ke depan, maka kami mengajak masyarakat untuk mendukung dan memilih pasangan nomor dua, SBY-BOEDIONO pada Pilpres 8 Juli 2009” tutup Thalhah.